Jika kamu mendapat pertanyaan dari orang, “Jadi penulis blog itu rasanya gimana, sih?” atau "Jadi penulis blog itu ngapain aja?"
Kamu akan jawab apa?
Tidak salah kalau kamu bilang nulis blog itu untuk menyampaikan pendapat dan memberikan informasi bagi pengunjung blog kamu.
Namun, menjadi penulis blog adalah lebih dari itu. Sebagai penulis blog, kamu pasti tahu itu. Coba dipikir-pikir lagi?
Menulis blog bukan hanya soal menulis konten. Lebih dari itu, berikut ini adalah hal-hal yang pasti pernah kamu alami sebagai penulis blog.
1. Bingung memilih platform blog terbaik
![]() |
Image by Lukas Bieri from Pixabay |
Kalau kamu penulis blog, pasti sudah tahu kalau platform untuk ngeblog itu nggak cuma satu. Selayaknya media sosial, media untuk blogging juga ada lebih dari satu.
Sebagai penulis blog, pasti kamu pernah dihadapkan dengan pilihan enaknya harus ngeblog di mana. Dari pilihan yang berbayar atau gratis semua ada. Yang gratis pun, kamu mau memastikan untuk bisa mendapat platform blog gratis terbaik.
Wordpress.com? Wordpress.org? Blogger? Medium? Substack? Atau yang lainnya?
Kamu pasti pernah mempertimbangkan plus dan minus dari masing-masing pilihan. Baik sebagai orang yang baru belajar jadi penulis blog atau yang sudah lebih berpengalaman.
Apa pun pilihannya, pastikan untuk memanfaatkannya dengan baik, ya! Mau platform blog gratis atau berbayar, sejatinya platform hanyalah media untuk kamu menerbitkan tulisan, jadi tulisannya sendiri adalah yang lebih penting.
2. Mendesain blog agar menarik
![]() |
Image by Cyber Rabbit from Pixabay |
Nah, ini adalah satu hal yang menyenangkan sekaligus bisa agak menguji kesabaran, hehe.
Bisa menguji kesabaran ketika kamu harus berkali-kali memodifikasi blog agar akhirnya sesuai dengan keinginan kamu. Tidak jarang kamu bahkan sampai googling untuk mencari tahu cara mendesain blog agar menarik, seperti cara memodifikasi template blog.
Tapi di sisi lain, mendesain blog milik sendiri adalah sesuatu yang menyenangkan. Siapa yang tak suka melihat blog mereka terlihat keren layaknya blog yang sudah besar? Lalu mendesain logo blog kamu sendiri sehingga terlihat lebih profesional. Lalu mencari gambar-gambar penghias artikel kamu biar lebih hidup dan menarik.
Ketika artikel dan blogmu sudah siap dilihat dunia dengan tampilan menarik, kamu jadi punya kepuasan tersendiri.
3. Mengalami writer’s block
Penulis pasti pernah mengalami writer’s block, termasuk penulis blog. Mungkin saking parahnya, kamu bahkan pernah berhenti nulis blog sampai berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Hahaha.
Sudah banyak tip-tip yang dibagikan di luaran sana untuk membantumu mengatasi writer’s block. Cara mengatasi writer's block antara lain dengan jalan-jalan ke luar mengamati lingkungan, ngobrol dengan orang untuk mendapat masukan baru, sampai baca buku dan artikel untuk mendapat inspirasi.
![]() |
Image by Aravind kumar from Pixabay |
4. Ide yang terus memenuhi kepala
Nah, ini kebalikan dari writer’s block. Kamu pasti pernah, sebagai penulis blog, di suatu waktu merasa ide begitu mengalir deras sampai bikin kepala pusing, hehehe.
Jangan pusing, atuh. Solusinya, selalu siapkan catatan untuk kamu segera mencatat begitu ide itu muncul di kepala. Bisa catatan fisik, bisa juga digital.
Untuk catatan digital sendiri sudah sangat banyak pilihannya. Kamu bisa pakai aplikasi catatan digital seperti Notion, Microsoft OneNote, Zoho Notebook, atau Evernote.
Semua aplikasi di atas bisa diakses lewat smartphone dan komputer untuk memudahkan kamu. Jika kamu punya pilihan lain, pastikan kalau aplikasi yang kamu pakai juga bisa diakses lewat smartphone dan komputer.
![]() |
Image by HANSUAN FABREGAS from Pixabay |
Ketika ide bermunculan satu per satu bahkan sampai membuatmu pusing, sesungguhnya itu pertanda baik. Ya, itu artinya kamu tidak sedang mengalami writer’s block. Dan ya, itu artinya kamu punya banyak stok topik tulisan yang bisa kamu pilih!
5. Curhat di blog
Hayo, siapa yang pernah curhat di blog? Hehe.
Sesuai namanya, blog adalah rekaman aktivitas dan opini kamu yang diterbitkan di internet untuk dibaca orang dan kamu ubah secara reguler (sumber: Cambridge Dictionary).
Maka tidak heran kalau tulisan di blog banyak terpengaruh oleh pandangan si penulis. Inilah keuntungan menulis blog, yaitu penulis bisa menuangkan pikiran di 'rumah' pribadinya sendiri. Namun, karena blog bisa diakses dengan bebas oleh siapa pun, hendaknya kamu tetap bijak dalam menulis.
![]() |
Image by Anrita from Pixabay |
Kamu masih bisa menggunakan blog untuk curhat, kok. Bukan sekadar curhat, tapi kamu juga ingin membagikan pengalaman hidup untuk jadi inspirasi buat orang lain.
Itulah keuntungan menulis blog. Beban hidup berkurang, kepala jadi lebih enteng, dan orang lain juga dapat manfaatnya!
6. Mendapat cuan dari blog
Mungkin ini adalah bagian yang paling menyenangkan dalam karir seorang penulis blog. Bahkan ada juga yang mulai belajar jadi penulis blog karena ingin mendapatkan penghasilan dari sana.
Keuntungan menulis blog bukan hanya agar bisa menuangkan pikiran, mengasah jiwa artistik, dan mengembangkan kreativitas, tapi juga berpotensi bisa mendapatkan penghasilan.
Sebagai seorang penulis blog, pasti kamu sudah tidak asing dengan istilah pay-per-click (contoh: Google AdSense), affiliate marketing, dan kerjasama dengan brand lain.
Namun, aktivitas sebagai penulis blog memang berbeda dibanding bekerja dengan sebuah perusahaan sebagai karyawan. Alih-alih mendapat penghasilan tetap setiap bulannya dari awal bekerja, menulis blog tidak demikian. Perlu waktu untuk bisa membuat blog menjadi ladang penghasilan, bahkan sumber penghasilan pasif (passive income).
![]() |
Photo by Mufid Majnun on Unsplash |
Banyak penulis yang menyerah ketika blog mereka tidak kunjung menghasilkan uang. Oleh karena itu, jika fokus kamu adalah untuk mendapatkan penghasilan, kamu harus sabar dan tekun.
Namun, tak ada salahnya kalau kamu menulis blog hanya untuk bersenang-senang. Tidak ada yang salah! Yang lebih penting adalah bagaimana aktivitas ngeblog bisa bermanfaat bagi kamu dan orang lain.
7. Menjadikan blog sebagai portofolio dan personal branding
Ini terkait dengan poin nomor enam tadi. Entah kamu seorang pekerja lepas (freelancer), melamar pekerjaan di sebuah perusahaan, atau ada brand yang tertarik menjalin kerja sama setelah membaca blog kamu, ini menjadi keuntungan menulis blog yang lain.
Sebagai portofolio, blog bisa banget dijadikan ajang untuk pamer keahlian menulis kamu. Apalagi jika tulisan yang diposting merupakan tulisan yang berkualitas dan menarik perhatian.
Dengan memiliki tempat eksklusif untuk memajang karya, blog bisa memudahkan kamu untuk mendapatkan penghasilan atau pekerjaan. Kamu bisa dapat pekerjaan dengan mudah karena sudah punya portofolio yang bisa dipamerkan. Atau bahkan pekerjaan datang dengan sendirinya tanpa kamu harus aktif mencari.
![]() |
Image by annmariephotography from Pixabay |
Dan dengan memiliki blog sendiri, sadar tidak sadar, kamu sudah membangun personal branding sebagai penulis blog untuk menarik penawaran kerja sama. Ibarat di dunia kerja konvensional, blog adalah CV namun kamu nggak perlu sebar CV ke banyak perusahaan. Kamu berkarya di satu tempat dan tidak mustahil kamu menarik kesempatan kerja hanya dari ngeblog.
Itulah 7 hal yang pasti kamu pernah alami sebagai penulis blog. Atau ada hal-hal yang belum pernah kamu alami? Coba bagikan pengalaman kamu sebagai penulis blog di kolom komentar!
0 Komentar